PROLOG
“Lebih baik menulis dan jadi
sampah, daripada tidak menulis dan jadi sampah di pikiran”
[Prof. Mubyarto]
Quote di atas merupakan salah satu petuah inspiratif yang
dituturkan oleh seorang pakar ekonomi kerakyatan dan seharusnya mendorong
bagi siapapun agar tertarik untuk mengekspresikan ide-ide segarnya dalam hal
apapun.
Blog ini pun saya buat dengan
latar belakang pada saat saya membaca sebuah buku tipis (yang diberikan pada
saat menjadi MABA), dan di dalamnya terdapat quote dari sang profesor tersebut. Sejenak saya berfikir, sewaktu
dulu saat SMA, saya cukup menyukai kegiatan “ketik-mengetik” (baca: menulis),
apapun itu, entah sebatas paper tugas
dari guru, ataupun makalah-makalah perlombaan. Di saat kuliah pun, baik tugas
dari dosen atau pada saat aktif di organisasi, saya juga cukup menyukai
kegiatan menulis (meskipun hasil tulisan bisa dihitung dengan jari).
Saya termasuk orang yang hobi
membaca dan mengoleksi buku. Bagi saya, buku sama pentingnya dengan uang dan
waktu, sebab melalui buku, berbagai ilmu terdokumentasikan dengan baik. Lalu apa
kaitannya dengan menulis? Bagi saya, seringnya membaca buku dapat memperluas
wawasan dan ide-ide baru, akan tetapi, beberapa kurun waktu terakhir, saya
sering berfikir pada diri sendiri buat apa jika berbagai pengetahuan yang
terserap hanya ter-endap di dalam pikiran saja? Pemikiran sederhana tersebut
kemudian mendorong saya untuk memulai cara sederhana (dengan membuat blog ini).
Paling tidak dengan blog ini, apapun yang ada di pikiran saya, jika ingin saya
buang (baca: ekspresikan), bisa terdokumentasi dalam kalimat-kalimat sederhana.
Sebenarnya, saat saya masih dalam
masa awal kuliah, saya pernah membuat blog, namun hanya beberapa tulisan dan pada akhirnya blog tersebut akhirnya hanya menjadi blog sampah di dunia maya
(karena tidak pernah saya posting tulisan-tulisan lagi). Mengapa demikian? Sederhana,
budaya “malas” menyerang saya hingga pada saat saya menempuh tugas akhir (baca:
skripsi), kesadaran untuk mulai menulis baru muncul lagi. Bagi saya menulis itu
sebuah kenikmatan proses, akan tetapi karena alasan klasik terkadang saya
sering malas untuk memulai dan pada akhirnya hanya menjadi wacana dan niat
saja.
Terakhir, dari beberapa untaian
paragraf di atas yang menjadi “curhatan” awal saya, blog ini akan terus saya update dengan berbagai tulisan
sederhana, dan harapannya dapat menjadi bahan informasi sekaligus sharing bagi para pembaca.
Yogyakarta, 7 Januari 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar